Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
TANJUNG REDEB

DPUPR Klarifikasi Isu Proyek Sudah Dikerjakan Sebelum Lelang, Ormas LBN Desak Aparat Telusuri Kebenarannya

48
×

DPUPR Klarifikasi Isu Proyek Sudah Dikerjakan Sebelum Lelang, Ormas LBN Desak Aparat Telusuri Kebenarannya

Sebarkan artikel ini

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, membantah adanya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan proyek tersebut

Tanjung Redeb (BS) – Ormas Laskar Borneo Nusantara (LBN) Berau mendesak kepada aparat khususnya Kejaksaan dan Kepolisian untuk menelusuri kebenaran isu terkait informasi yang menyebut bahwa proyek lanjutan peningkatan jaringan irigasi kawasan Bendung Muara Bangun, Kecamatan Sambaliung, senilai sekitar Rp. 4,8 miliar dikabarkan sudah mulai dikerjakan kontraktor sebelum proses lelang rampung, 8 Desember 2025.

Ketua Laskar Borneo Nusantara, Ronny Sarta menyebut dengan adanya isu seperti ini memang rawan terjadi mengingat waktu sudah mendekati akhir tahun.

“Bisa jadi isu itu benar sebab mengingat waktu yang sudah mepet sehingga ada kemungkinan dengan memaksakan pekerjaan yang diduga sudah ada pengkondisian sebelumnya, oleh karena itu kami atas nama masyarakat mendesak kepada aparat untuk menelusuri isu tersebut agar tidak menjadi bola liar di masyarakat” ungkap Ronny Sarta, Ketua LBN Berau

Seperti diketahui dalam lelang pekerjaan tersebut, 8 Desember 2025, CV Anak Bidadari Baru, ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sekitar Rp. 4,8 miliar.

Dan tepat di hari itu juga, Bupati Berau sempat mengingatkan Sekretaris DPUPR Berau, saat menghadiri rapat koordinasi bersama OPD, agar proyek tersebut dibatalkan karena waktu sudah sangat mepet.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, membantah adanya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Ia menegaskan, pada saat rapat koordinasi itu, proses lelang sebenarnya sudah memasuki tahap akhir.

“Pada saat rapat itu, proses lelang sudah selesai penunjukan penyedia jasa dan penandatanganan kontrak. Makanya, pekerjaan langsung dimulai hari itu juga,” jelas Hendra, dikutip dari laman BERAUTERKINI.CO.ID pada Selasa (16/12/2025).

Ia menerangkan, seluruh tahapan pemilihan penyedia jasa, mulai dari evaluasi hingga masa sanggah, telah dilalui sesuai ketentuan.

Selama proses tersebut, kata dia, belum ada aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Masa sanggah berakhir pada 8 Desember sekitar pukul 09.00 WITA. Setelah itu dilakukan penunjukan penyedia dan penandatanganan kontrak,” terangnya.

Usai kontrak ditandatangani, pengerjaan fisik langsung dimulai pada hari yang sama.

“Langsung dilakukan pengerjaan hari itu juga. Semua sesuai prosedur,” paparnya.

Meski waktu mepet, Hendra memastikan proyek tersebut akan selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

“Saya jamin selesai. Proyek yang saya tangani, saya pastikan tahun ini selesai semua,” pungkasnya (BS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *