Di Balik Penilaian 9 KIM, Diskominfo Mengukur Peran “Jembatan” Informasi Pembangunan Hingga di Kampung dan Kelurahan
Tanjung Redeb (BERAUSATU) – Bertempat di Gedung Amphitheater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, suasana terasa penuh semangat ketika 9 Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang diwadahi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau berkumpul pada Kamis (11/12) kemarin.
Bukan hanya untuk mengikuti penilaian, tetapi juga untuk menunjukkan bagaimana mereka menjadi tulang punggung penyebaran informasi pembangunan dan aktivitas kemasyarakatan yang menyentuh kehidupan di kampung dan kelurahan. Acara yang mengusung tema, “Representasi Informasi Pembangunan dan Aktivitas Kemasyarakatan untuk Kampung dan Kelurahan (KIM)” dibuka langsung oleh Asisten I Setda Berau, M Hendratno mewakili Bupati Berau, Hj Sri Juniarsih.
Pada kesempatan itu, M Hendratno menyampaikan tentang tantangan era digital yang mengharuskan informasi bergerak cepat, terbuka, dan bertanggung jawab.
“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Di sinilah KIM berperan sebagai mitra strategis, bukan hanya pengirim pesan, tapi juga penangkap aspirasi masyarakat di lapangan,” ujar Hendratno.
Kalimatnya seolah menyoroti makna sebenarnya dari penilaian KIM saat itu, bukan sekadar mengevaluasi prestasi, tapi juga memperkuat tali kemitraan yang telah terjalin.
Yang membuat acara ini berbeda adalah penyelenggaraan Penyusunan Strategi Komunikasi (Strakom) secara paralel dengan penilaian KIM. Bagi Hendratno, Strakom bukan sekadar kertas yang diarsipkan, melainkan panduan hidup untuk seluruh perangkat daerah dalam merancang komunikasi publik yang terarah.
“Kita akan mengidentifikasi isu apa yang paling penting, kanal mana yang paling efektif, dan narasi apa yang bisa menyatukan masyarakat dalam mendukung pembangunan,” jelasnya.
Dengan Strakom, harapannya adalah komunikasi pembangunan tidak lagi hanyut di tengah kerumunan informasi, melainkan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
Selama penilaian, setiap KIM menunjukkan dokumentasi aktivitas mereka, mulai dari menyebarkan informasi tentang program bantuan sosial, mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi, hingga menangkal hoaks yang beredar di lingkungan kampung. Setiap laporan mereka menggambarkan bagaimana informasi yang tampak abstrak di kantor pemerintah, bisa diubah menjadi hal yang dekat dan mudah dipahami oleh warga.
Hendratno memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh KIM. “Peran kalian sangat krusial. Tanpa KIM, informasi pembangunan bisa terjebak di tingkat atas dan tidak sampai ke akar rumah. Pemerintah berkomitmen memberikan pembinaan dan meningkatkan kapasitas kalian agar lebih profesional dan adaptif dengan teknologi,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Hendratno mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia berharap pola komunikasi publik di Berau akan semakin terbuka, kolaboratif, dan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga ekosistem informasi yang sehat dan edukatif. Semoga kemitraan antara pemerintah dan KIM semakin solid, sehingga pembangunan Berau bisa berjalan lebih cepat dan merata,” pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Di balik penilaian yang dilakukan hari itu, Ketua Panitia, Agustiah yang juga JF Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo dalam laporannya mengatakan, tersembunyi harapan besar, bahwa KIM akan terus menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, membawa informasi pembangunan ke setiap sudut kampung dan kelurahan di Berau.
Hadir pula dalam acara tersebut sejumlah lurah dan kepala kampung, JF Diskominfo lainnya, M Mulhadianto, Fitriah Kumala, Suriansyah, dan Juli Aswinsyah serta tamu undangan lainnya. Acara berlangsung meriah, diisi dengan penyerahan hadiah kepada pememang beripa piagam dan uang pembinaan (*).
Editor : Tim berausatu.com
















