Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
TABALAR

Warga Kampung Berantai Resah, Truk Logging Lintasi Jalan Umum Dan Pemukiman

31
×

Warga Kampung Berantai Resah, Truk Logging Lintasi Jalan Umum Dan Pemukiman

Sebarkan artikel ini

Tabalar (BERAUSATU) – Warga Kampung Berantai Tubaan Kecamatan Tabalar mengeluhkan aktivitas produksi  perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi disekitar kampung Berantai karena menggunakan akses jalan negara dan melintas melalui pemukiman warga Kampung Berantai.

Arman, salah satu warga kampung Berantai mengungkapkan kepada kontributor media berausatu.com yang kebetulan singgah disebuah warung dikampung Berantai saat melakukan perjalanan dari Talisayan menuju Tanjung Redeb, Rabu (24/12/2025).

“Kami sangat khawatir dengan  lalu lalangnya kendaraan logging pemuat kayu dijalan aspal dan melintas didalam kampung, selain mengakibatkan polusi debu dan jalan rusak, keselamatan warga juga dipertaruhkan dengan muatan kayu logging yang sewaktu waktu bisa jatuh  dari logging dan mengenai warga yang melintas,” ungkap Arman.

Selain mengungkapkan keluhan, Arman juga mempertanyakan terkait kebijakan pemerintah terhadap penggunaan jalan negara sebagai akses angkutan hasil produksi kayu dengan kapasitas muat yang tinggi dan tidak memenuhi standart pengamanan yang telah ditentukan.

“Jika mereka punya izin operasional seharusnya ada petugas dari pemerintah yang standby melakukan pemantauan terhadap aktivitas tersebut dan memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban atas penggunaan jalan tersebut,” tambahnya.

Salah seorang petugas disalah satu pos penjagaan simpang jalan juga  membenarkan adanya kendaraan logging pemuat kayu tanaman industri yang menggunakan akses jalan aspal/cor negara untuk kegiatan operasional,

“Kami pinjam pakai jalan tersebut untuk angkut kayu” ungkap salah satu petugas ketika dikonfirmasi oleh awak media ini.

Dari hasil pengamatan disepanjang alur jalan yang dilalui oleh truk logging pengangkut kayu, awak media tidak menemukan satupun rambu jalan untuk mengingatkan pengguna jalan lainnya agar berhati hati saat melintas dijalur tersebut.

Dan jika pemerintah atau instansi yang berwenang terus membiarkan aktivitas tersebut, bisa jadi jalan yang kondisinya sudah rusak akan semakin parah dan jalan  cor yang baru saja selesai dikerjakan juga  akan cepat hancur  yang  barang tentu hal ini akan merugikan semua pihak. (BS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *