“Puskesmas ini nantinya beroperasi dengan layanan rawat inap 24 jam serta didukung dua dokter umum yang siap memberikan pelayanan lebih intensif selama masa libur” jelas Gamalis
Biduk-Biduk (BS) – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kecamatan Biduk-Biduk mematangkan berbagai aspek kesiapan untuk menyambut lonjakan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan di akhir tahun.
Destinasi unggulan seperti Labuan Cermin, Danau Sigending, dan Pulau Kaniungan menjadi perhatian utama dalam memastikan kenyamanan, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan wisata.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya menyangkut daya tarik alam, tetapi juga fasilitas pendukung, pengelolaan kawasan, dan kesiapan masyarakat setempat.
Menurutnya, Biduk-Biduk saat ini bukan lagi sekadar alternatif wisata, melainkan telah menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Berau.
Selain kesiapan fasilitas wisata, perhatian juga diberikan pada pengendalian tata ruang dan perlindungan kawasan hijau.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya pembangunan yang sesuai rencana tata ruang agar keindahan alam tetap terjaga dan pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, Wakil Bupati Berau juga meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Biduk-Biduk, Sabtu (13/12/2025), guna memastikan layanan berjalan optimal menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus menilai kebutuhan pembenahan untuk pelayanan jangka panjang.
Dari hasil peninjauan, pelayanan kesehatan di Puskesmas Biduk-Biduk dinyatakan siap menghadapi lonjakan kebutuhan layanan selama periode Nataru dengan fasilitas yang tersedia saat ini.
“Puskesmas ini nantinya beroperasi dengan layanan rawat inap 24 jam serta didukung dua dokter umum yang siap memberikan pelayanan lebih intensif selama masa libur” jelas Gamalis.
Meski demikian, Wakil Bupati menyoroti sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian untuk keberlanjutan layanan kesehatan.
Salah satunya adalah keandalan pasokan listrik, mengingat sejumlah peralatan medis, termasuk layanan laboratorium dan farmasi, sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil (BS).






